oleh

Bakti Sosial Kesehatan Polri Operasi Bibir Sumbing Gratis di NTB

Mataram – Polda NTB menggelar kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Polri Operasi Bibir Sumbing Gratis Bagi warga NTB, Rabu (27/10/2021), sejumlah Tim Medis, Paramedis dan Para Donatur datang untuk menyaksikan dan membantu pelaksanaannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Yayasan Peace and Love Jatim dan Surabaya, pimpinan Yayasan Anugrah Sentosa, pimpinan Yayasan Smile Train, Kepala PT  Darma Lautan Utama Holding, Kepala PT Smelting, Tenaga Medis, dan beberapa dokter paramedis pelaksana Operasi bibir sumbing.

Baca Juga  Prabowo Pemimpin yang Berkarakter dan Memiliki Relasi dengan Dunia

Para dokter dan petugas medis dari luar daerah yang terjun membantu pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan Polri Operasi Bibir Sumbing Gratis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB ini diantaranya, Dr Zulkarnaen SpAn KIC, Dr dr. Sudadi SpAn KIC, dr. Bhirowo Yudo P SpAn KKV, dr. Agus Santoso Budi Sp P-RE(K), dr. Nanda Febri SpBP-RE, dr. Ummu Istikharoh BP-RE, dr. Ardhy Parama SpBP-RE, dr. Farida Zahira, Teguh Sholikin SKep Ners, Kastaji Amd Kep, Aris K Amd Kep, Bhinar Mentari Putri Amd Kep, Irine Yoshepine SKep Ners.

Baca Juga  Tokoh inspiratif SMSI: Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Hamka, Fachrodin

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB AKBP dr I Komang Tresna di kantornya mengatakan, proses skrening untuk peserta Bakti Sosial Kesehatan Polri Operasi Bibir Sumbing Gratis ini akan dimulai hari Selasa (26/10).

“Proses skrining pasien kita mulai hari ini, prioritas skrining hari ini dari Pulau Sumbawa dan Lombok Timur dengan jumlah pasien 44 Orang dan operasi akan dilaksanakan mulai Hari Rabu 27 Oktober 2021,” jelasnya, dilansir polri..go.id.

Total peserta yang akan mengikuti Bakti Sosial Kesehatan Polri Operasi Bibir Sumbing Gratis Polda NTB ini, sebanyak 103  pasien, dengan rincian dari Pulau Sumbawa 38 pasien ditambah peserta dari Pulau Lombok sebanyak 65 pasien. (*/cr1)

Baca Juga  Dr Ali Mahsun ATMO Presiden KAI: Pilpres 2024 Jadi Golden of Opportunity atau Killing Round bagi Ekonomi Rakyat UMKM?

News Feed