oleh

UNBI Gelar Seminar Ilmiah Bahas Peran Sel Punca dalam Pencegahan Penyakit Infeksi di Kedokteran Pariwisata

Denpasar — Universitas Bali Internasional (UNBI) di bawah naungan Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, bekerja sama dengan RSUD Bali Mandara dan Regenic Stem Cell – PT Kalbe Farma, menyelenggarakan seminar ilmiah bertajuk “Promotif dan Preventif Penyakit Infeksi pada Kedokteran Pariwisata: Adakah Peran Sel Punca?”.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah pertukaran gagasan strategis yang aplikatif, berorientasi kebijakan, serta relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan di destinasi pariwisata. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat peran institusi pendidikan, rumah sakit, dan industri farmasi nasional dalam mendorong inovasi kesehatan yang berdaya saing global serta berdampak nyata bagi sistem kesehatan Indonesia.

Seminar ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, rumah sakit, dan industri, yakni Presiden Direktur Regenic Stem Cell – PT Kalbe Farma dr. Sandy Qlintang, M.Biomed; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes; Direktur RSUD Bali Mandara dr. I Gusti Ngurah Putra Jaya, M.Kes; serta akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Tuti Parwati Merati, Sp.PD-KPTI., FINASIM. Diskusi dipandu oleh moderator dr. Ida Ayu Kartika Widiadnyani, Sp.KJ dan Dr. dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, M.Fis, AIFO-K.

Baca Juga  Menjawab Tantangan Zaman PB PII Luncurkan Aplikasi PII Online

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Rektor Universitas Bali Internasional, Presiden Direktur Regenic Stem Cell – PT Kalbe Farma, para direktur rumah sakit di seluruh kabupaten dan Kota Denpasar, serta para kepala puskesmas dan klinik di Kota Denpasar.

Baca Juga  Tiga Belas Tahun UU Pangan: Saatnya Mengubah Haluan Ketahanan Pangan Indonesia

Dalam Materi 1, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes memaparkan topik “Regulasi dan Kebijakan Penatalaksanaan Infeksi dan Penggunaan Sel Punca (Stem Cell)” yang menekankan pentingnya kebijakan kesehatan adaptif berbasis regulasi di era mobilitas global. Selanjutnya, Materi 2 disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ketut Tuti Parwati Merati, Sp.PD-KPTI., FINASIM dengan topik “Peran Promosi dan Prevensi Penyakit Infeksi Menular pada Wisatawan”, yang menyoroti urgensi pendekatan promotif dan preventif dalam melindungi wisatawan serta masyarakat lokal di kawasan destinasi pariwisata.

Pada Materi 3, Presiden Direktur Regenic Stem Cell – PT Kalbe Farma dr. Sandy Qlintang, M.Biomed memaparkan “Kisah Sukses Terapi Regeneratif: Pengalaman Klinis Stem Cell dan Secretome untuk Pemulihan Pasien COVID-19”, termasuk potensi terapi regeneratif sebagai inovasi pendukung pemulihan pasca-infeksi. Sementara itu, Materi 4 disampaikan oleh Direktur RSUD Bali Mandara dr. I Gusti Ngurah Putra Jaya, M.Kes, yang membahas “Strategi Implementasi Layanan Terapi Sel Punca di Rumah Sakit”, dengan penekanan pada kesiapan fasilitas, tata kelola layanan, dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga  As-Syifa Kusuma Ramadhani : Duta Cilik Wisata Banten Dengan Seabrek Prestasi

Melalui seminar ilmiah ini, UNBI bersama para mitra berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pelayanan kesehatan, dan industri farmasi dalam mengembangkan inovasi promotif dan preventif penyakit infeksi, khususnya dalam konteks kedokteran pariwisata, guna mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional. (ref)

News Feed